PENGUKURAN DATA
PENGUNJUNG BLOG es-smart.blogspot.com
Eful
Saepullah (1306046)
Jurnal
Sekolah Tinggi Teknologi Garut
Jl. Mayor Syamsu No. 1 Jayaraga Garut 44151 Indonesia
1306046@sttgarut.ac.id
Abstrak – Blog es-smart.blogspot.com adalah
blog yang berjudul Belajar Teknik Informatika berisi artikel mengenai Teknik
Informatika seperti Tutorial Penggunaan MySQL bagi Pemula, Basis Data dan
Listing Program C++ yang mulai di publikasikan sejak tanggal 27 Maret sampai 15
April 2015 sudah dikunjungi oleh 91 pengunjung. Sejak tanggal 27 Maret sampai
15 April 2015, statistik pengunjung bervariasi mulai dari jumlah
minimum tidak ada pengunjung sampai jumlah maksimun 21 pengunjung setiap
harinya. Selanjutnya dilakukan pengukuran terhadap data pengunjung ini sehingga
diperoleh Tabel Distribusi Frekuensi, Tabel Distribusi Frekuensi Relatif, Tabel
Distribusi Kumulatif, Histogram Frekuensi, Poligon Frekuensi, OGIF, Mean,
Modus, Kuartil, Desi dan Presentil.
Kata Kunci -Frekuensi, Distribusi
Frekuensi, Distribusi Frekuensi Kumulatif, Histogram Frekuensi, Poligon
Frekuensi, OGIF, Mean, Median, Modus, Kuartil, Desil dan Presentil.
1.
PENDAHULUAN
Blog es-smart.blogspot.com dibuat
sebagai sarana sharing informasi mengenai Belajar Teknik Informatika berisi artikel
mengenai Teknik Informatika seperti Tutorial Penggunaan MySQL bagi Pemula,
Basis Data dan Listing Program C++, kemudian dilakukan
pengamatan terhadap data pengunjung blog ini.
Dari hasil pengamatan data pengunjung kemudian dilakukan pengukuran untuk
diperoleh Tabel Distribusi Frekuensi, Tabel Distribusi Frekuensi Relatif, Tabel
Distribusi Kumulatif, Histogram Frekuensi, Poligon Frekuensi, OGIF, Mean,
Modus, Kuartil, Desi dan Presentil.
II. LANDASAN
TEORI
A. Distribusi
Frekuensi Relatif
Distribusi
frekuensi relative menyatakan proporsi data yang berada pada suatu kelas
interval. Distribusi frekuensi relatif merupakan suatu jumlah persentase yang
menyatakan banyaknya data pada suatu kelompok tertentu. Dalam hal ini pembuat
distribusi terlebih dahulu harus dapat menghitung persentase pada masing-masing
kelompok. Distribusi akan memberikan informasi yang lebih jelas tentang posisi
masing-masing bagian dalam keseluruhan, karena kita dapat melihat perbandingan
antara kelompok yang satu dengan kelompok yang lainnya.
B. Distribusi
Frekuensi Kumulatif
Variasi lain dari distribusi frekuensi standar adalah
frekuensi kumulatif. Terdapat dua jenis Tabel Distribusi Frekuensi kumulatif,
yaitu "kurang dari" dan "lebih dari". Distribusi Frekuensi
kumulatif "kurang dari" menyatakan frekuensi total yang ada di bawah
batas bawah. Distribusi Frekuensi kumulatif "kurang dari" untuk suatu
kelas merupakan nilai frekuensi untuk kelas tersebut ditambah dengan jumlah frekuensi
semua kelas sebelumnya. Tabel distribusi frekuensi kumulatif ini berfungsi
untuk mengetahui berapa banyak data yang ada di bawah suatu nilai. Ada pun
Distribusi Frekuensi kumulatif "lebih dari atau sama dengan"
menyatakan frekuensi total yang ada di atas atau sama dengan batas bawah.
Distribusi Frekuensi kumulatif "lebih dari atau sama dengan" untuk
suatu kelas merupakan nilai total frekuensi seluruh kelas dikurang frekuensi
kelas tersebut. Tabel distribusi frekuensi kumulatif ini berfungsi untuk mengetahui
berapa banyak data yang ada di atas suatu nilai.
C.
Histogram
dan Poligon Frekuensi
Dari tabel distribusi frekuensi kelompok, dapat dibuat
histogram dan poligon frekuensi. Histogram
adalah penyajian distribusi frekuensi menggunakan gambar yang berbentuk diagram
batang tegak. Pada histogram,
antara dua batang yang berdampingan tidak terdapat jarak sehingga antara satu
batang dan batang lainnya berimpit. Sumbu tegak pada histogram menyatakan frekuensi dan sumbu datar menyatakan kelas-kelas
interval. Dalam hal ini,
batas kelas interval merupakan tepi bawah dan tepi atas. Jika
setiap tengah-tengah sisi atas persegi panjang yang berdampingan dihubungkan
dengan suatu garis, akan terbentuk diagram garis yang disebut poligon frekuensi.
D.
OGIF
Selain Histogram dan Poligon, ada satu cara lagi untuk meyajikan suatu
data, yaitu Ogive. Ogive dibagi
menjadi 2, yaitu Ogive Positif
dan Ogive Negatif. Perbedaan
antara keduanya adalah kalau positif garisnya mengarah ke atas, sedangkan garis
dari Ogive Negatif mengarah ke bawah. Kemudian, frekuensi yang terdapat pada
ogive, merupakan frekuensi kumulatif.
E.
MEAN
Mean adalah jumlah
nilai data pengamatan dibagi banyaknya data
anggota sampel.
F. MEDIAN
Median adalah nilai
tengah data yang terurut.
G. Modus
Modus adalah nilai
pengamatan yang paling sering muncul.
H. KUARTIL
Kuartil adalah
membagi data menjadi seperempat bagian yang sama untuk data terurut.
I.
DESIL
DESIL adalah sekelompok
data terurut terbagi menjadi 10 bagian yang sama.
J.
PRESENTIL
Presentil adalah sekelompok
data terurut terbagi menjadi 100 bagian yang sama.
III.
METODOLOGI PENELITIAN
A. Metode
Pengumpulan Data
Adapun
data yang dikumpulkan dari penelitian ini diperoleh dari hasil observasi.
Observasi adalah teknik pengumpulan data melalui pengamatan langsung terhadap
gejala atau peristiwa yang terjadi obyek penelitian. Dalam hal ini penulis
melakukan observasi untuk mengamati jumlah pengunjung blog setiap harinya
selama 20 hari dari tanggal 27 Maret sampai dengan 15 April 2015.
B. Penyusunan
Distribusi Frekuensi
Penyusunan
suatu distribusi frekuensi perlu dilakukan tahapan penyusunan data. Dalam hal
ini, Pertama penulis menyajikan data-data terlebih dahulu yang direkap kedalam
bentuk tabel, selanjutnya diakukan tahapan berikut ini :
1.
Menentukan
nilai terbesar dan nilai terkecil dari data
2.
Menentukan
jangkauan (range) dari data. Jangkauan = nilai terbesar – nilai terkecil.
3.
Menentukan
banyaknya kelas (k). Banyaknya kelas ditentukan dengan rumus sturgess K = 1 +
3.3 log n; k (Keterangan: k = banyaknya kelas, n = banyaknya data)
4.
Menentukan
panjang interval kelas. Panjang interval kelas (i) = Jumlah Kelas (k)/
Jangkauan (R)
5.
Menentukan
batas bawah kelas pertama. Tepi bawah kelas pertama biasanya dipilih dari data
terkecil atau data yang berasal dari pelebaran jangkauan (data yang lebih kecil
dari data data terkecil) dan selisihnya harus kurang dari panjang interval
kelasnya.
6.
Menuliskan
frekuensi kelas didalam kolom turus atau tally (sistem turus) sesuai banyaknya
data.
7.
Menentukan
frekuensi kumulatif yang terdiri dari lebih kecil dari dan lebih besar dari
pada data yang telah disajikan, Batas bawah dan batas atas dari data yang
disajikan dalam histogram frekuensi, nilai tengah dari data yang disajikan
dalam Poligon Frekuensi dan menyajikan data dalam Ogive Frekuensi
C.
Penyusunan Data Numerik
1.
Menghitung
data tunggal
2.
Menghitung
data kelompok
3.
Menentukan
Mean
4.
Menentukan
Median
5.
Menentukan
Modus
6.
Menentukan
ukuran letak yang terdiri dari kuartil, Desil dan Persentil
IV.
HASIL
DAN PEMBAHASAN
A. PENYAJIAN
DISTRIBUSI FREKUENSI
1.
Data pengunjung blog es-smart.blogspot.com dari tanggal 27
Maret s.d 15 April 2015.
No
|
Tanggal
|
Jumlah Pengunjung
|
1
|
27-Mar
|
21
|
2
|
28-Mar
|
2
|
3
|
29-Mar
|
1
|
4
|
30-Mar
|
6
|
5
|
31-Mar
|
5
|
6
|
01-Apr
|
2
|
7
|
02-Apr
|
0
|
8
|
03-Apr
|
0
|
9
|
04-Apr
|
0
|
10
|
05-Apr
|
0
|
11
|
06-Apr
|
0
|
12
|
07-Apr
|
0
|
13
|
08-Apr
|
5
|
14
|
09-Apr
|
5
|
15
|
10-Apr
|
9
|
16
|
11-Apr
|
7
|
17
|
12-Apr
|
8
|
18
|
13-Apr
|
4
|
19
|
14-Apr
|
14
|
20
|
15-Apr
|
8
|
21
|
2
|
0
|
7
|
2
|
0
|
0
|
8
|
1
|
0
|
5
|
4
|
6
|
0
|
5
|
14
|
5
|
0
|
9
|
8
|
Nilai maksimal : 21
Nilai minimal : 0
Range : 21
Kelas : 5 (diambil)
Interval : 4,2 dibulatkan ke atas
menjadi 5
2.
Rekap Data
Tepi Bawah
|
Tepi Atas
|
Turus
|
Frekuensi
|
0
|
4,9
|
IIII IIII
|
10
|
5
|
9,9
|
IIII III
|
8
|
10
|
14,9
|
I
|
1
|
15
|
19,9
|
0
|
|
20
|
24,9
|
I
|
1
|
3.
Tabel Distribusi Frekuensi Relatif
Tepi Bawah
|
Tepi Atas
|
Frekuensi
|
Frekuensi Realatif
|
0
|
4,9
|
10
|
50%
|
5
|
9,9
|
8
|
40%
|
10
|
14,9
|
1
|
5%
|
15
|
19,9
|
0
|
0%
|
20
|
24,9
|
1
|
5%
|
4.
Tabel Distribusi Frekuensi Kumulatif
Kurang dari
|
Frekuensi Kumulatif
|
≤ -1
|
0
|
≤ 4
|
10
|
≤ 9
|
18
|
≤ 14
|
19
|
≤ 19
|
19
|
≤ 24
|
20
|
Lebih dari
|
Frekuenasi Kumulatif
|
≥ -1
|
20
|
≥ 4
|
11
|
≥ 9
|
3
|
≥ 14
|
2
|
≥ 19
|
1
|
≥ 24
|
0
|
5.
Histogram Frekuensi
Tepi Bawah
|
Tepi Atas
|
Batas Bawah
|
Batas Atas
|
Frekuensi
|
0
|
4,9
|
-0,05
|
4,95
|
10
|
5
|
9,9
|
4,95
|
9,95
|
8
|
10
|
14,9
|
9,95
|
14,95
|
1
|
15
|
19,9
|
14,95
|
19,95
|
0
|
20
|
24,9
|
19,95
|
24,95
|
1
|
6.
Poligon Frekuensi
Tepi Bawah
|
Tepi Atas
|
Nilai Tengah
|
Frekuensi
|
0
|
|||
0
|
4,9
|
2,45
|
10
|
5
|
9,9
|
9,95
|
8
|
10
|
14,9
|
17,45
|
1
|
15
|
19,9
|
24,95
|
0
|
20
|
24,9
|
32,45
|
1
|
25
|
29,9
|
39,95
|
0
|
7.
OGIF
Kurang dari
|
Frekuensi Kumulatif
|
≤ -1
|
0
|
≤ 4
|
10
|
≤ 9
|
18
|
≤ 14
|
19
|
≤ 19
|
19
|
≤ 24
|
20
|
Lebih dari
|
Frekuenasi Komulatif
|
≥ -1
|
20
|
≥ 4
|
11
|
≥ 9
|
3
|
≥ 14
|
2
|
≥ 19
|
1
|
≥ 24
|
0
|
B. PENYAJIAN
DATA NUMERIK
Penyajian
Data Numerik diperoleh dari data yang sudah ada yaitu dari data Batas Bawah,
Batas Atas, Frekuensi dan Frekuensi Kumulatif yang membantu memperoleh nilai
yang di inginkan.
1.
Ukuran Pusat Data Tunggal
Data pengunjung blog
es-smart.blogspot.com dari tanggal 27 Maret s.d 15 April 2015
21
|
2
|
0
|
7
|
2
|
0
|
0
|
8
|
1
|
0
|
5
|
4
|
6
|
0
|
5
|
14
|
5
|
0
|
9
|
8
|
Batas Bawah
|
Batas Atas
|
Frekuensi
|
-0,05
|
4,95
|
10
|
4,95
|
9,95
|
8
|
9,95
|
14,95
|
1
|
14,95
|
19,95
|
0
|
19,95
|
24,95
|
1
|
= 97
20
=
4,85
2. Ukuran Pusat Data Kelompok
Batas Bawah
|
Batas Atas
|
f
|
x
|
f.x
|
-0,05
|
4,95
|
10
|
2,425
|
24,25
|
4,95
|
9,95
|
8
|
9,925
|
79,4
|
9,95
|
14,95
|
1
|
17,425
|
17,425
|
14,95
|
19,95
|
0
|
24,925
|
0
|
19,95
|
24,95
|
1
|
32,425
|
32,425
|
Jumlah
|
20
|
153,5
|
||
= 153,5
20
=
7,675
3. Mean
Mean adalah jumlah
nilai data pengamatan dibagi banyaknya data
anggota sampel.
Mean = 97/20
=
4,85
4.
Median
Median adalah nilai
tengah data yang terurut, untuk menentukan hasil
dari median, diperlukan rumus untuk menghasilkan nilainya. Untuk rumus yaitu
sbb :
Dengan :
L = Batas bawah kelas frekuensi yang mengandung median
i = interval kelas/lebar kelas
n = banyaknya data
F = frekuensi kumulatif sebelum kelas yang mengandung median
f = frekuensi kelas yang mengandung median
Batas Bawah
|
Batas Atas
|
Frekuensi
|
Frekuensi Kumulatif
|
-0,05
|
4,95
|
10
|
10
|
4,95
|
9,95
|
8
|
18
|
9,95
|
14,95
|
1
|
19
|
14,95
|
19,95
|
0
|
19
|
19,95
|
24,95
|
1
|
20
|
Keterangan:
L = banyaknya data anggota sampel dibagi2
L = 20/2 = 10
L = banyaknya data anggota sampel dibagi2
L = 20/2 = 10
Maka, kalau
di lihat dari Frekuensi Kumulatif angka ‘10’
terletak pada baris ke-1 yaitu dari batas
bawah kelas pada baris ke-1 : -0,05 jadi untuk L
ditentukan 10
Jadi:
L = 10
i = 5
n = 20
F = 0
f = 10
n = 20
F = 0
f = 10
Median = L + i (n/2 – F)
f
=
10 + 5 (20/2 – 0)
10
= 15
(10 – 0)
10
= 15
(10)
10
= 15
Maka
mediannya adalah 15
5. Modus
Modus adalah nilai
pengamatan yang paling sering muncul, untuk
menentukan hasil dari modus, diperlukan rumus untuk menghasilkan nilainya.
Untuk rumusnya yaitu sbb:
Dengan :
L : batas bawah kelas yang mengandung modus
i : interval kelas/lebar kelas
d1 : selisih frekuensi kelas yang mengandung modus dengan kelas sebelumnya
d2 : selisih frekuensi kelas yang mengandung modus dengan kelas sesudahnya
L : batas bawah kelas yang mengandung modus
i : interval kelas/lebar kelas
d1 : selisih frekuensi kelas yang mengandung modus dengan kelas sebelumnya
d2 : selisih frekuensi kelas yang mengandung modus dengan kelas sesudahnya
Batas Bawah
|
Batas Atas
|
Frekuensi
|
-0,05
|
4,95
|
10
|
4,95
|
9,95
|
8
|
9,95
|
14,95
|
1
|
14,95
|
19,95
|
0
|
19,95
|
24,95
|
1
|
Jadi :
L : -0,05
L : -0,05
i
: 5
d1 : 10 – 0 = 10
d2 : 10 – 8 = 2
Mod=
L + i ( d1 )
d1+d2
Mod=
-0,05 + 5 ( 10 )
10+2
= 4,95 (10)
12
= 4,125
Jadi Modus nya adalah 4,125
1. Ukuran Letak
a. Kwartil
Kuartil
adalah membagi data menjadi seperempat bagian yang sama, untuk data-nya menggunakan rumus sbb :
Dengan :
Qk = kuartil ke-k, dimana k=1, 2 atau 3
n = banyaknya data sampel
i = interval kelas/lebar kelas
L = batas bawah kelas yang mengandung kuartil ke-k
F = frekuensi kumulatif sebelum kelas yang mengandung kuartil ke-k
f = frekuensi kelas yang mengandung kuartil ke-k
Qk = kuartil ke-k, dimana k=1, 2 atau 3
n = banyaknya data sampel
i = interval kelas/lebar kelas
L = batas bawah kelas yang mengandung kuartil ke-k
F = frekuensi kumulatif sebelum kelas yang mengandung kuartil ke-k
f = frekuensi kelas yang mengandung kuartil ke-k
Batas Bawah
|
Batas Atas
|
Frekuensi
|
Frekuensi Kumulatif
|
-0,05
|
4,95
|
10
|
10
|
4,95
|
9,95
|
8
|
18
|
9,95
|
14,95
|
1
|
19
|
14,95
|
19,95
|
0
|
19
|
19,95
|
24,95
|
1
|
20
|
Jadi :
n : 20
n : 20
i : 5
L : -0,05
L : -0,05
F : 0
f : 10
k : 1, 2, 3
k=1
; Q1 = L + i (k.n/4-F)
f
= -0,05 + 5 (1.20/4-0)
10
= 4,95 (20/4
- 0)
10
=
4,95 (5 - 0)
10
=
4,95 (5)
10
=
2,475
K=2; Q2 =
L + i (k.n/4-F)
F
= -0,05 + 5 (2.20/4-0)
10
= 4,95 (40/4
- 0)
10
= 4,95 (10 - 0)
10
= 4,95 (10)
10
=
4,95
K=3; Q3 =
L + i (k.n/4-F)
F
= -0,05 + 5 (3.20/4-0)
10
= 4,95 (60/4
- 0)
10
= 4,95 (15 - 0)
10
= 4,95 (15)
10
=
7,425
b.
Desil
Desil
adalah sekelompok data terurut terbagi menjadi 10 bagian yang sama. untuk
data-nya menggunakan rumus sbb :
Karena
desil membagi letaknya sampai k : 1-10, dan apabila harus menghitung sampai 10
mungkin terasa lelah, jadi disini hanya
menghitung sampai 3 saja , disamakan dengan yang kuartil 1 – 3.
Jadi
:
K1; D1 =
L + i (k.n/10-F)
f
= -0,05 + 5 (1.20/10-0)
10
= 4,95 (20/10
- 0)
10
= 4,95 (2 - 0)
10
= 4,95 (2)
10
=
0,99
K=2; D2 =
L + i (k.n/10-F)
f
= -0,05 + 5 (2.20/10-0)
10
= 4,95 (40/10
- 0)
10
= 4,95 (4 - 0)
10
= 4,95 (4)
10
= 1,98
K=3; D3 =
L + i (k.n/10-F)
f
= -0,05 + 5 (3.20/10-0)
10
= 4,95 (60/10
- 0)
10
= 4,95 (6 - 0)
10
= 4,95 (6)
10
= 2,97
c.
Persentil
Persentil
adalah sekelompok data terurut terbagi menjadi 100 bagian yang sama. untuk
data-nya menggunakan rumus sbb :
Sama
halnya dengan Kuartil dan Desil, hanya
menghitung k nya dari 1 sampai 3 saja.
Jadi
:
K1; P1 =
L + i (k.n/100-F)
f
= -0,05 + 5 (1.20/100-0)
10
= 4,95 (20/100
- 0)
10
= 4,95 (0,2 - 0)
10
= 4,95 (0,2)
10
= 0,099
K=2; P2 =
L + i (k.n/100-F)
f
= -0,05 + 5 (2.20/100-0)
10
= 4,95 (40/100
- 0)
10
= 4,95 (0.4 - 0)
10
= 4,95 (0,4)
10
= 0,198
K=3; P3 =
L + i (k.n/10-F)
f
= -0,05 + 5 (3.20/4-0)
10
= 4,95 (60/100
- 0)
10
= 4,95 (0,6 - 0)
10
= 4,95 (0,6)
10
= 0,297
V.
KESIMPULAN
Berdasarkan hasil pengamatan pada blog
es-smart.blogspot.com diperoleh data sbb:
1. Jumlah artikel yang berhasil
di upload sebanyak 5 artikel.
2. Upload artikel pertama
dilakukan sejak tanggal 27 Maret mengenai Kawah Kamojang.
3. Upload artikel kedua dilakukan
tanggal 09 April mengenai Tutorial Penggunaan MySQL Bagi pemula.
4. Upload artikel ketiga
dilakukan tanggal 13 April mengenai Basis Data.
5. Upload artikel keempat
dilakukan tanggal 14 April mengnai Listing Program C++ untuk Penjumlahan,
Pengurangan, Perkalian, Pembagian dan Rata-rata 2 buah Bilangan.
6. Upload artikel kelima
dilakukan tanggal 15 April Listing Program C++ untuk Luas Alas, Volume Tabung,
Keliling Lingkaran, Luas Selimut dan Luas Permukaan Tabung.
7. Data pengunjung paling banyak (maksimum)
terjadi pada tanggal 27 Maret sebanyak 21 pengunjung.
8. Data pengunjung paling sedikit
(minimum) terjadi pada tanggal 02, 03, 04, 05, 06 dan 07 April sebanyak 0
pengunjung.
9. Tanggal 14 April dilakukan
share ke Facebook.
10. Frekuensi terbesar 10, antara 0
sampai 4,9.
11. Frekuensi Relatif terbesar 50%,
antara 0 sampai 4,9.
12. Frekuensi Relatif Kumulatif Kurang dari
terbesar 20, dengan data ≤ 24.
13. Frekuensi Relatif Kumulatif Lebih dari terbesar 20, dengan data≥ -1.
14. Histogram Frekuensi teringgi 10,
antara batas bawah -0,05 dan batas atas 4,95.
15. Poligon Frekuensi tertinggi 10,
nilai tengah 2,45 dari tepi bawah 0 dan tepi atas 4,9.
16. OGIF Kurang dari tertinggi 20,
dengan data ≤ 24.
17. OGIF Lebih dari tertinggi 20, denga
data ≥ -1.
18. Ukuran Pusat Data Tunggal
·
Nilai Pusat Data Sampel = 4,85
19. Ukuran Pusat Data Kelompok
·
Nilai Pusat Data Sampel = 7,675
20. Mean = 4,85
21. Median = 15
22.
Modus = 4,125
23.
Ukuran
Letak
Ø Kuartil
§ Q1 = 2,47
§ Q2 = 4,95
§ Q3 = 7,45
Ø Desil
§ D1 = 0,99
§ D2 = 1,98
§ D3 = 2,97
Ø Persentil
§ P1 = 0,099
§ P2 = 0,198
§ P3 = 0,297
DAFTAR PUSTAKA
·
http://statprob2014.blogspot.com
https://yos3prens.wordpress.com/2013/08/18/histogram-poligon-da









