Rabu, 08 April 2015

PENYAJIAN DATA NUMERIK PENGUKURAN DATA MUROTAL ABDURAHMAN AL-SUDAIS




DISTRIBUSI FREKUENSI
DAN PENYAJIAN DATA NUMERIK PENGUKURAN DATA MUROTAL
ABDURAHMAN AL-SUDAIS

Eful Saepullah (1306046)

Jurnal
Sekolah Tinggi Teknologi Garut
Jl. Mayor Syamsu No. 1 Jayaraga Garut 44151 Indonesia

1306046@sttgarut.ac.id

 

Abstrak - Murotal Abdurahman Al-Sudais merupakan salah satu murotal yang banyak dicari untuk didengarkan. Murotal ini terdiri dari 114 surat dimulai dari surat Al-Fatihan dan diakhiri surat An-Nas. Pengukuran datanya dilakukan berdasarkan besarnya data yang dimiliki setiap surat dalam satuan kilo byte (kb). Pengukuran dilakukan untuk memperoleh hasil  Distribusi Frekuensi Relatif, Distribusi Frekuensi Relatif Kurang Lebih, Histogram Frekuensi, Poligon Frekuensi, OGIF Kurang dari dan OGIF Lebih dari.
Kata Kunci - Data Murotal, Frekuensi, Distribusi Frekuensi, Distribusi Frekuensi Kumulatif, Histogram Frekuensi, Poligon Frekuensi, OGIF, Mean, Median, Modus, Kuartil, Desil dan Presentil.

1.         PENDAHULUAN
Abdurahman Al-Sudais adalah imam dan khotib Masjidil Haram dan juga menjabat sebagai Ketua Umum Pengurus Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. Tempat lahirnya lebih tepat di kota al-Bukairiyah, yang saat ini berada di Provinsi Qasim. Ia menjadi Imam dan Khatib Masjidil Haram sejak tahun 1404 H, pertama kali menjadi Imam salat ashar pada tanggal 22 Sya'ban 1404 H dan pertama kali menyampaikan khutbah pada tanggal 15 Ramadhan 1404 H.
Murotal Abdurahman Al-Sudais merupakan salah satu murotal yang banyak dicari untuk didengarkan. Murotal ini terdiri dari 114 surat dimulai dari surat Al-Fatihan dan diakhiri surat An-Nas. Murotal Al-Sudais ini menggunakan format data mp3.
Pengukuran data murotal ini dilakukan untuk memenuhi tugas mata kuliah Statistika & Probabiltas, yang diukur adalah besarnya data yang dimiliki setiap surat dalam satuan kilo byte (kb). Tujuan Pengukuran dilakukan untuk mempeoleh hasil  Distribusi Frekuensi Relatif, Distribusi Frekuensi Relatif Kurang Lebih, Histogram Frekuensi, Poligon Frekuensi, OGIF Kurang dari, OGIF Lebih dari, Mean, Median, Modus, Kuartil, Desil dan Presentil.
II.    LANDASAN TEORI

A.      Distribusi Frekuensi Relatif
Distribusi frekuensi relative menyatakan proporsi data yang berada pada suatu kelas interval. Distribusi frekuensi relatif merupakan suatu jumlah persentase yang menyatakan banyaknya data pada suatu kelompok tertentu. Dalam hal ini pembuat distribusi terlebih dahulu harus dapat menghitung persentase pada masing-masing kelompok. Distribusi akan memberikan informasi yang lebih jelas tentang posisi masing-masing bagian dalam keseluruhan, karena kita dapat melihat perbandingan antara kelompok yang satu dengan kelompok yang lainnya.
B.      Distribusi Frekuensi Kumulatif
Variasi lain dari distribusi frekuensi standar adalah frekuensi kumulatif. Terdapat dua jenis Tabel Distribusi Frekuensi kumulatif, yaitu "kurang dari" dan "lebih dari". Distribusi Frekuensi kumulatif "kurang dari" menyatakan frekuensi total yang ada di bawah batas bawah. Distribusi Frekuensi kumulatif "kurang dari" untuk suatu kelas merupakan nilai frekuensi untuk kelas tersebut ditambah dengan jumlah frekuensi semua kelas sebelumnya. Tabel distribusi frekuensi kumulatif ini berfungsi untuk mengetahui berapa banyak data yang ada di bawah suatu nilai. Ada pun Distribusi Frekuensi kumulatif "lebih dari atau sama dengan" menyatakan frekuensi total yang ada di atas atau sama dengan batas bawah. Distribusi Frekuensi kumulatif "lebih dari atau sama dengan" untuk suatu kelas merupakan nilai total frekuensi seluruh kelas dikurang frekuensi kelas tersebut. Tabel distribusi frekuensi kumulatif ini berfungsi untuk mengetahui berapa banyak data yang ada di atas suatu nilai.

C.      Histogram dan Poligon Frekuensi

Dari tabel distribusi frekuensi kelompok, dapat dibuat histogram dan poligon frekuensi. Histogram adalah penyajian distribusi frekuensi menggunakan gambar yang berbentuk diagram batang tegak. Pada histogram, antara dua batang yang berdampingan tidak terdapat jarak sehingga antara satu batang dan batang lainnya berimpit. Sumbu tegak pada histogram menyatakan frekuensi dan sumbu datar menyatakan kelas-kelas interval. Dalam hal ini, batas kelas interval merupakan tepi bawah dan tepi atas. Jika setiap tengah-tengah sisi atas persegi panjang yang berdampingan dihubungkan dengan suatu garis, akan terbentuk diagram garis yang disebut poligon frekuensi.



D.     OGIF
Selain Histogram dan Poligon, ada satu cara lagi untuk meyajikan suatu data, yaitu Ogive. Ogive dibagi menjadi 2, yaitu Ogive Positif dan Ogive Negatif. Perbedaan antara keduanya adalah kalau positif garisnya mengarah ke atas, sedangkan garis dari Ogive Negatif mengarah ke bawah. Kemudian, frekuensi yang terdapat pada ogive, merupakan frekuensi kumulatif.







III.           HASIL DAN PEMBAHASAN

A.      PENYAJIAN DISTRIBUSI FREKUENSI

1.             Data file Murotal Abdurahman Al-Sudaes 114 Surat (KB)

89
2432
2556
964
443
139
13098
2371
2566
915
413
64
6412
2406
1612
724
351
183
7110
1933
1764
459
291
99
5226
2845
1810
358
200
110
5584
1802
767
433
150
104
6301
2738
1045
535
333
84
2373
2430
1450
628
209
51
4912
2821
1277
581
215
82
3379
1850
1165
706
137
70
3752
1616
732
653
143
60
3365
1001
866
643
199
68
1724
687
969
633
285
34
1601
2752
668
556
156
61
1268
3488
782
643
119
53
3544
1665
760
477
152
59
2982
1546
1040
573
90
35
2777
1891
1057
365
52
52
1863
1576
1261
570
75
64

Nilai maksimal       : 89
Nilai minimal          : 13098
Range                     : 13009
Kelas                       : 7 (diambil)
Interval                   : 1859 (dibulatkan ke atas)


2.             Rekap Data

Tepi Bawah
Tepi Atas
Turus
Frekuensi
89
1947
89
89
1948
3806
18
18
3807
5665
3
3
5666
7524
3
3
7525
9383
0
0
9384
11242
0
0
11243
13101
1
1

3.             Tabel Distribusi Frekuensi Relatif

Tepi Bawah
Tepi Atas
Frekuensi
Frekuensi Realatif
89
1947
89
78%
1948
3806
18
16%
3807
5665
3
3%
5666
7524
3
3%
7525
9383
0
0%
9384
11242
0
0%
11243
13101
1
1%

4.             Tabel Distribusi Frekuensi Kumulatif

Kurang dari
Frekuensi Komulatif
≤ 88
0
≤ 1947
89
≤ 3806
107
≤ 5665
110
≤ 7524
113
≤ 9383
113
≤ 11242
113
≤ 13100
114

    
Lebih dari
Frekuenasi Komulatif
≥ 88
114
≥ 1947
25
≥ 3806
7
≥ 5665
4
≥ 7524
1
≥ 9383
1
≥ 11242
1
≥ 13100
0

5.             Histogram Frekuensi

Tepi Bawah
Tepi Atas
Batas Bawah
Batas Atas
Frekuensi
89
1947
88,5
1947,5
89
1948
3806
1947,5
3806,5
18
3807
5665
3806,5
5665,5
3
5666
7524
5665,5
7524,5
3
7525
9383
7524,5
9383,5
0
9384
11242
9383,5
11242,5
0
11243
13101
11242,5
13101,5
1
 


 6.             Poligon Frekuensi

Tepi Bawah
Tepi Atas
Nilai Tengah
Frekuensi
0
88
44
0
89
1947
1018
89
1948
3806
2877
18
3807
5665
4736
3
5666
7524
6595
3
7525
9383
8454
0
9384
11242
10313
0
11243
13101
12172
1




 7.             OGIF
 
Kurang dari
Frekuensi Komulatif
≤ 88
0
≤ 1947
89
≤ 3806
107
≤ 5665
110
≤ 7524
113
≤ 9383
113
≤ 11242
113
≤ 13100
114



 
Lebih dari
Frekuenasi Komulatif
≥ 88
114
≥ 1947
25
≥ 3806
7
≥ 5665
4
≥ 7524
1
≥ 9383
1
≥ 11242
1
≥ 13100
0


B.      PENYAJIAN DATA NUMERIK
Penyajian Data Numerik diperoleh dari data yang sudah ada yaitu dari data Batas Bawah, Batas Atas, Frekuensi dan Frekuensi Kumulatif yang membantu memperoleh nilai yang di inginkan.

Data file Murotal Abdurahman Al-Sudaes 114 Surat (KB)
89
2432
2556
964
443
139
13098
2371
2566
915
413
64
6412
2406
1612
724
351
183
7110
1933
1764
459
291
99
5226
2845
1810
358
200
110
5584
1802
767
433
150
104
6301
2738
1045
535
333
84
2373
2430
1450
628
209
51
4912
2821
1277
581
215
82
3379
1850
1165
706
137
70
3752
1616
732
653
143
60
3365
1001
866
643
199
68
1724
687
969
633
285
34
1601
2752
668
556
156
61
1268
3488
782
643
119
53
3544
1665
760
477
152
59
2982
1546
1040
573
90
35
2777
1891
1057
365
52
52
1863
1576
1261
570
75
64
Jumlah data = 158258
Rata-rata = 1388,228




















1.      Mean
Mean = jumlah nilai data pengamatan dibagi banyaknya data anggota sampel.
Mean = 158258/114 = 1388,228

2.      Median
Untuk menentukan hasil dari median, diperlukan rumus untuk menghasilkan nilainya. Untuk rumus yaitu sbb :
 


Dengan :
L     
= Batas bawah kelas frekuensi yang mengandung median
i      
= interval kelas/lebar kelas
n      = banyaknya data
F     
= frekuensi kumulatif sebelum kelas yang mengandung median
f      = frekuensi kelas yang mengandung median


Batas Bawah
Batas Atas
Frekuensi
Frekuensi Kumulatif
88,5
1947,5
89
89
1947,5
3806,5
18
107
3806,5
5665,5
3
110
5665,5
7524,5
3
113
7524,5
9383,5
0
113
9383,5
11242,5
0
113
11242,5
13101,5
1
114


Keterangan:
L
= banyaknya data anggota sampel dibagi2
L = 114/2 = 57

Maka, kalau di lihat dari Frekuensi Kumulatif angka ‘57’ terletak pada baris ke-1 yaitu dari batas bawah kelas pada baris 1 : 88,5  jadi untuk L ditentukan 89

Jadi:
L      = 57
i       = 1859
n      =
114
F     
= 0
f      =
89

Median          = L + i (n/2 – F)
                                            f

                          = 57 + 1859  (114/2 – 0)
                                                      34

= 1916  (57 – 0)
                                           34

= 1916  (57)
                                       34

= 3212,117

Maka mediannya adalah 3212,117

3.      Modus
Untuk menentukan hasil dari modus, diperlukan rumus untuk menghasilkan nilainya. Untuk rumusnya yaitu sbb :


Dengan :
L     : batas bawah kelas yang mengandung modus
i      : interval kelas/lebar kelas
d1   : selisih frekuensi kelas yang mengandung modus dengan kelas sebelumnya
d2   : selisih frekuensi kelas yang mengandung modus dengan kelas sesudahnya

Batas Bawah
Batas Atas
Frekuensi
88,5
1947,5
89
1947,5
3806,5
18
3806,5
5665,5
3
5665,5
7524,5
3
7524,5
9383,5
0
9383,5
11242,5
0
11242,5
13101,5
1



Jadi :
L     :
88,5
i      : 1859
d1   :
890 = 89
d2   : 89 – 18 = 71

Mod= L + i (   d1   )
                      d1+d2

Mod= 88,5 + 1859 ( 89 )
                                                   89+71

= 1947,5   (89)
                                             160

                        = 1083,296

Jadi Modus nya adalah 1083,296

4.      Ukuran Letak
a.      Kwartil
Kuartil, membagi data menjadi seperempat bagian yang sama untuk data-nya menggunakan rumus sbb :



Dengan :
Qk  = kuartil ke-k, dimana k=1, 2 atau 3
n     = banyaknya data sampel
i      = interval kelas/lebar kelas
L     = batas bawah kelas yang mengandung kuartil ke-k
F     = frekuensi kumulatif sebelum kelas yang mengandung kuartil ke-k
f      = frekuensi kelas yang mengandung kuartil ke-k

Batas Bawah
Batas Atas
Frekuensi
Frekuensi Kumulatif
88,5
1947,5
89
89
1947,5
3806,5
18
107
3806,5
5665,5
3
110
5665,5
7524,5
3
113
7524,5
9383,5
0
113
9383,5
11242,5
0
113
11242,5
13101,5
1
114

Jadi :
n   :
114
i    : 1859
L   : 88,5
F   : 0
f   : 89
k   : 1, 2, 3
k=1 ;       Q1            = L + i (k.n/4-F)
                                       f

                    = 88,5 + 1859  (1.114/4-0)
                                                     89

= 1947,5  (114/4 - 0)
                                            89

                    = 1947,5 (28.5 - 0)
                                             89

                    = 1947,5 (28.5)
                                         89

                    = 623,637


K=2;       Q2 = L + i (k.n/4-F)
                                      F

= 88,5 + 1859  (2.114/4-0)
                                                     89

= 1947,5  (228/4 - 0)
                                            89

                    = 1947,5 (57 - 0)
                                          89

                    = 1947,5 (57)
                                        89

                    = 1247,275

K=3;       Q3 = L + i (k.n/4-F)
                                      F

= 88,5 + 1859  (3.114/4-0)
                                                     89

= 1947,5  (342/4 - 0)
                                            89

                    = 1947,5 (85,5 - 0)
                                           89

                    = 1947,5 (85,5)
                                        89

                    = 1870,912








b.      Desil
Desil, sekelompok data terurut terbagi menjadi 10 bagian yang sama. untuk data-nya menggunakan rumus sbb :



Karena desil membagi letaknya sampai k : 1-10, dan apabila harus menghitung sampai 10 mungkin terasa lelah, jadi disini hanya menghitung sampai 3 saja , disamakan dengan yang kuartil 1 – 3.

Jadi :

K1;            D1  = L + i (k.n/10-F)
                            f

= 88,5 + 1859  (1.114/10-0)
                                                  89

= 1947,5  (114/10 - 0)
                                                      89

                    = 1947,5 (11,4 - 0)
                                         89

                    = 1947,5 (11,4)
                                      89

= 249,455


K=2;         D2   = L + i (k.n/10-F)
                                            f

= 88,5 + 1859  (2.114/10-0)
                                                   89

= 1947,5  (228/10 - 0)
                                                      89


                    = 1947,5 (22,8 - 0)
                                         89

                    = 1947,5 (22,8)
                                      89

= 498,910


K=3;         D3   = L + i (k.n/10-F)
                                         f

= 88,5 + 1859  (3.114/10-0)
                                                  89

= 1947,5  (342/10 - 0)
                                                      89

                    = 1947,5 (34,2 - 0)
                                         89

                    = 1947,5 (22,8)
                                      89

= 748,365


c.       Persentil
Persentil, sekelompok data terurut terbagi menjadi 100 bagian yang sama. untuk data-nya menggunakan rumus sbb :



Sama halnya dengan Kuartil dan Desil, hanya menghitung k nya dari 1 sampai 3 saja.
 
Jadi :

K1;            P1   = L + i (k.n/100-F)
                            f

= 88,5 + 1859  (1.114/100-0)
                                                  89

= 1947,5  (114/100 - 0)
                                                      89

                    = 1947,5 (1,14 - 0)
                                         89

                    = 1947,5 (1,14)
                                      89

= 24,945


K=2;         P2   = L + i (k.n/100-F)
                                            f

= 88,5 + 1859  (2.114/100-0)
                                                   89

= 1947,5  (228/100 - 0)
                                                      89


                    = 1947,5 (2,28 - 0)
                                         89

                    = 1947,5 (2,28)
                                      89

= 49,891




K=3;         P3   = L + i (k.n/10-F)
                                         f

= 88,5 + 1859  (3.114/100-0)
                                                  89

= 1947,5  (342/100 - 0)
                                                      89

                    = 1947,5 (3,42 - 0)
                                         89

                    = 1947,5 (3,42)
                                      89

= 74,836


IV.               KESIMPULAN

Berdasarkan hasil pengukuran data file Murotal Abdurahman Al-Sudais yang terdiri dari 114 surat menunjukkan bahwa:
ü  Frekuensi terbesar 89, besar file antara 89 kb sampai 1947 kb.
ü  Frekuensi Relatif terbesar 78%, besar file antara 89 kb sampai 1947 kb.
ü  Frekuensi Relatif Kumulatif Kurang dari terbesar 114, besar file ≤ 13100.
ü  Frekuensi Relatif Kumulatif Lebih dari terbesar 114, besar file ≥ 88.
ü  Histogram Frekuensi teringgi 89, besar file antara batas bawah 88,5 dan batas atas 1947,5.
ü  Poligon Frekuensi tertinggi 89, nilai tengah 1018 dari batas bawah 89 dan batas atas 1947.
ü  OGIF Kurang dari tertinggi 114, besar file ≤ 13100.
ü  OGIF Lebih dari tertinggi 114, besar file ≥ 88.
ü  Mean = 1388,228
ü  Median = 3212,117
ü  Modus = 1083,296
ü  Ukuran Letak
Ø  Kuartil
§  Q1 = 623,637
§  Q2 = 1247,275
§  Q3 = 1870,912
Ø  Desil
§  D1 = 249,455
§  D2 = 498,910
§  D3 = 748,365
Ø  Persentil
§  P1 = 24,945
§  P2 = 49,891
§  P3 = 74,836


DAFTAR PUSTAKA
·      http://statprob2014.blogspot.com
·      https://yos3prens.wordpress.com/2013/08/18/histogram-poligon-dan-ogive/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar