Kamis, 04 Juni 2015

PREDIKSI PERKEMBANGAN KAPASITAS TERPASANG PLN



PREDIKSI
PERKEMBANGAN KAPASITAS TERPASANG
PLN

Eful Saepullah (1306046)

Jurnal
Sekolah Tinggi Teknologi Garut
Jl. Mayor Syamsu No. 1 Jayaraga Garut 44151 Indonesia


Abstrak - Deret waktu adalah rangkaian data yang berupa nilai pengamatan yang diukur selama kurun waktu tertentu, berdasarkan waktu dengan interval yang uniform sama. Pada akhir Desember 2013, total kapasitas terpasang dan jumlah unit pembangkit PLN (Holding dan Anak Perusahaan) mencapai 34.206 Mega Watt.
Kata KunciDeret, Waktu, Kapasitas, Perkembangan, Prediksi.

I.                    PENDAHULUAN
A.     Latar Belakang
Saat ini kebutuhan akan tenaga listrik sudah menjadi kebutuhan utama mengingat hampir semua peralatan modern menggunakan tenaga listrik sebagai sumber tenaganya. Kebutuhan akan tenaga istrik terus meningkat seiring dengan perkembangan teknologi.
 PLN adalah salah satu Perusahaan BUMN yang menyelenggarakan usaha penyediaan tenaga listrik bagi kepentingan umum dalam jumlah dan mutu yang memadai serta memupuk keuntungan dan melaksanakan penugasan Pemerintah di bidang ketenagalistrikan dalam rangka menunjang pembangunan dengan menerapkan prinsip-prinsip Perseroan Terbatas. Untuk memenuhi peningkatan kebutuan tenaga listrik PLN setiap tahunnya terus meningkatkan kapasitas daya terpasangnya.
Berdasarkan latar belakang tersebut maka prediksi perkembangan kapasitas terpasang PLN dimasa yang mendatang akan disajikan dengan menggunakan metode deret waktu.


B.      Rumusan Masalah
Dengan latar belakang diatas dapat dirumuskan masalah yang akan dibahas:
1.      Apa Kapasitas Terpasang
2.      Bagaimana perkembangan kapasitas terpasang PLN dari tahun ke tahun.
3.      Menyajikan ke dalam deret waktu.

C.      Tujuan
     Dengan menggunakan deret waktu maka dapat diprediksi perkembangan kapasitas terpasang PLN di tahun yang akan datang.


II.    LANDASAN TEORI

A.     Deret Waktu
     Deret waktu adalah kumpulan data-data yang merupakan data historis dalam suatu periode waktu tertentu. Data yang dapat dijadikan deret waktu harus bersifat kronologis, artinya data harus memiliki periode waktu yang berurutan. Misalnya data kapasitas terpasang PLN dari tahun 2004 sampai 2013. maka datanya adalah daya penjualan tahun 2000, tahun 2001, tahun 2002, tahun 2003, tahun 2004 dan tahun 2005.

B.      Komponen Deret Waktu
Terdapat empat komponen deret waktu, yaitu :
·         Trend (T) adalah deret waktu yang memiliki kecenderungan naik atau turun dalam jangka panjang yang nilainya cukup rata (smooth).
·         Siklus (C) adalah deret waktu yang berkarakteristik nilai naik dan turun dalam satu periode yang lebih dari satu tahun.
·         Musim (S) adalah deret waktu yang memiliki pola perubahan nilai dalam kurun waktu satu tahun. Pola ini kemudian berulang pada tahun berikutnya.
·         Irregular (I) adalah deret waktu yang memiliki nilai naik turun tidak beraturan dan tidak dapat diprediksi.
Sehingga keempat komponen tersebut dapat mempengaruhi nilai data asli (Y):

Y = T x C x S x I

C.      TREND
Trend terbagi menjadi beberapa bagian :
1.      Trend Linier
Sering kali data deret waktu jika digambarkan ke dalam plot mendekati garis lurus. Deret waktu seperti inilah yang termasuk dalam trend linier. Persamaan trend linier adalah sebagai berikut:
Yt = a + bt

Di mana Yt menunjukkan nilai taksiran Y pada nilai t tertentu. Sedangkan a adalah nilai intercept dari Y, artinya nilai Yt akan sama dengan a jika nilai t = 0. Kemudian b adalah nilai slope artinya besar kenaikan nilai Yt pada setiap nilai t. Dan nilai t sendiri adalah nilai tertentu yang menunjukkan periode waktu.




Metode Least Square
Untuk menentukan nilai Yt pada trend linier, kita dapat menggunakan metode least square. Persamaan umum least square adalah:

Yt = a + bt

Dengan nilai a dan b diperoleh dari formula:



  1. Trend Kuadtrik
Jika trend linier merupakan deret waktu yang berupa garis lurus, maka trend kuadratik merupakan deret waktu dengan data berupa garis parabola.

Persamaan :

Dengan a, b, c sebagai berikut :



     3.      Trend Eksponensial
Untuk  mengukur  sebuah  deret  waktu  yang  mengalami  kenaikan  atau penurunan  yang  cepat  maka  digunakan  metode  trend  eksponensial. Dalam metode ini digunakan persamaan:  Y = a . bx
Tetapi dalam melakukan perhitungannya, persamaan di atas dapat diubah  dalam  bentuk  semi  log  sehingga memudahkan  untuk mencari nilai a dan b.





D.     Kapasitas Terpasang
Kapasitas Terpasang adalah Total kapasitas dari generator dalam membangkitkan listrik pada suatu pembangkit listrik.
Pada akhir Desember 2013, total kapasitas terpasang dan jumlah unit pembangkit PLN (Holding dan Anak Perusahaan) mencapai 34.206 MW dan 4.925 unit, dengan 26.768 MW (78,26%) berada di Jawa. Total kapasitas terpasang meningkat 3,96% dibandingkan dengan akhir Desember 2012. Prosentase kapasitas terpasang per jenis pembangkit sebagai berikut : PLTU 15.554 MW (45,47%), PLTGU 8.814 MW (25,77%), PLTD 2.848 MW (8,33%), PLTA 3.520 MW (10.29%), PLTG 2.894 MW (8,46%), PLTP 568 MW (1,67%), PLT Surya dan PLT Bayu 8,37 MW (0,02%).


III.           HASIL DAN PEMBAHASAN

A.       Data Kapasitas Terpasang PLN dari tahun 2005 sampai 2013

Tahun
Kapasitas Terpasang (MW)
2005
22515
2006
24834
2007
25223
2008
25594
2009
25637
2010
26895
2011
29268
2012
32901
2013
34206



B.      Membuat Trend

TAHUN
Y=fakta
X
XY
X2
X2Y
X4
log Y
X. log Y
2005
22515
-4
-90060
16
360240
256
4,352471951
-17,40988781
2006
24834
-3
-74502
9
223506
81
4,395046677
-13,18514003
2007
25223
-2
-50446
4
100892
16
4,40179674
-8,80359348
2008
25594
-1
-25594
1
25594
1
4,408138166
-4,408138166
2009
25637
0
0
0
0
0
4,408867203
0
2010
26895
1
26895
1
26895
1
4,429671549
4,429671549
2011
29268
2
58536
4
117072
16
4,466393046
8,932786093
2012
32901
3
98703
9
296109
81
4,517209098
13,55162729
2013
34206
4
136824
16
547296
256
4,534102291
18,13640917
JUMLAH
247073

80356
60
1697604
708
39,91369672
1,243734621

Masukan ke persamaan Trend Linier:
·         Y= a + bx
·         a = ∑ Y/ n
              = 247073/9
              = 27452,55556

·         b = ∑XY/∑X2
                   = 80356/60
              = 1339,266667

Y = 27452,55556+ 1339,266667X

Masukan ke persamaan Tren Kuadtrik :
·         Y = a + b + cx2                  
·         = ∑Y . ∑X4 - ∑X2Y . ∑X2
                       n . ∑X4 – (∑X2)2
                = 26360,54978

·         b = ∑XY
                                               ∑X2
              = 1339,266667

       

·         c = n . ∑X2Y - ∑X . ∑Y
                                    n . ∑X4 - (∑X2)2
                = 163,8008658

Y = 26360,54978+ 1339,266667X+ 163,8008658X2

Masukan ke persamaan Tren Eksponensial :
·         Y = a x bx
·         a = antilog [∑ log Y]
                                              n
              = 27217,93617

·         b = antilog [∑ X log Y]
                                             ∑X2
                = 1,048887501

Y = 27217,93617 x 1,048887501^X
C.      Memilih Trend Terbaik
Memilih Trend terbaik digunakan dengan cara memilih eror yang paling sedikit
y linier
e linier
y kuadratis
e kuadratis
y eksponensial
e eksponesial
22095,48889
175989,5723
23624,29697
1230539,767
22487,41578
760,8889696
23434,75556
1957885,015
23816,95758
1034375,293
23586,76935
1555584,286
24774,02222
201581,0449
24337,21991
784606,3618
24739,86757
233416,9432
26113,28889
269660,9501
25185,08398
167212,3092
25949,33788
126265,0096
27452,55556
3296241,975
26360,54978
523524,2893
27217,93617
2499359,178
28791,82222
3597934,543
27863,61732
938219,5049
28548,55306
2734237,731
30131,08889
744922,4301
29694,28658
181720,2484
29944,22049
457274,1493
31470,35556
2046743,526
31852,55758
1099231,517
31408,11861
2228694,85
32809,62222
1949870,898
34338,4303
17537,78516
32943,58305
1593696,559

14240829,96

5976967,075

11429289,6

Error paling sedikit adalah dengan persamaan kuadtrik dengan perolehan nilai error kuadratis yaiutu 5976967,075 maka dipilihlah rumus persamaan :
Y = 26360,54978+ 1339,266667X+ 163,8008658X2

A.     Menentukan Hasil
Setelah diketahui maka memasukan data dengan memasukan nilai waktu (X) yang dimana nilai X itu dari :
Tahun
X
  2014
5
2015
6
2016
7
2017
8
2018
9
2019
10
2020
11

Masukan ke persamaan :
Prediksi untuk tahun 2014
Y^ = 26360,54978+ 1339,266667X+ 163,8008658X2
Y^ = 26360,54978+ 1339,266667x(5)+ 163,8008658x(5)2
Y^ = 37151,90476

Prediksi untuk tahun 2015
Y^ = 26360,54978+ 1339,266667X+ 163,8008658X2
Y^ = 26360,54978+ 1339,266667x(6)+ 163,8008658x(6)2
Y^ = 40292,98095

Prediksi untuk tahun 2020
Y^ = 26360,54978+ 1339,266667X+ 163,8008658X2
Y^ = 26360,54978+ 1339,266667x(11)+ 163,8008658x(11)2
Y^ = 60912,38788

IV.               KESIMPULAN

Berdasarkan hasil pengamatan terhadap data yang ada dengan menentukan trend linear, trend kuadratis dan trend eksponensial, maka dapat ditarik keseimpulan bahwa trend kuadratis adalah trend terbaik yang dapat digunakan untuk memprediksi jumlah Kapasitas Terpasang PLN pada tahun 2020 dengan persamaan Y = 26360,54978+ 1339,266667X+ 163,8008658X2 .
Prediksi Kapasitas Terpasang PLN pada tahun 2020 adalah 60912,38788 Mega Watt.

DAFTAR PUSTAKA
·         http://www.pln.co.id/
·         http://www.pln.co.id/dataweb/STAT/STAT2013IND.pdf
·         http://www.sumartotib13.blogspot.com/


Tidak ada komentar:

Posting Komentar